Sportainment

Cegah Cedera Saat Berolahraga dengan 5 Tips Berikut Ini

Saat Anda sedang berolahraga, fokus Anda adalah bagaimana memperkuat otot, menurunkan berat badan, atau hal-hal lain terkait kesehatan dan kebugaran yang lebih baik. Sayangnya Anda mungkin tak sadar dengan kemungkinan terjadinya cedera olahraga.

Cedera olahraga ini dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Sebenarnya bukan hal yang mustahil untuk dapat mencegah cedera olahraga.

Agar terhindar dari cedera saat berolahraga, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya cedera dengan melakukan pencegahan berikut ini:

1.      Pilih olahraga yang sesuai

Salah satu cara terbaik untuk menghindari cedera adalah mengetahui kondisi tubuh Anda. Usia pun bahkan ikut menjadi pertimbangan untuk menentukan olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda. Pasalnya, pilihan ragam jenis olahraga untuk anak-anak muda yang bertubuh atletis tentu berbeda dengan pilihan olahraga untuk lansia.

Saat Anda baru akan mulai berolahraga, cobalah dari yang ringan, seperti jalan santai, berenang, bersepeda, jogging, atau senam aerobik. Namun jika Anda memiliki pergelangan tangan yang lemah, tentu angkat beban kurang tepat untuk dijadikan pilihan.

2.      Gunakan peralatan olahraga yang tepat

Setiap jenis olahraga memiliki peralatan yang berbeda. Pastikan sepatu olahraga Anda sesuai dengan jenis olahraga yang Anda lakukan. Contohnya seperti ini, meski sama-sama main bola, sepatu bola dan sepatu futsal memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Beda jenis larinya, berbeda juga sepatu lari yang dipakai. Jika Anda berniat angkat beban untuk pertama kalinya, ukur dulu berapa berat beban yang ideal agar tidak menyebabkan cedera.

Pastikan peralatan pendukung olahraga Anda masih dalam kondisi baik, dan anda memahami benar cara penggunaannya yang tepat.

3.      Jangan lupa pemanasan dan pendinginan

Pemanasan sebelum berolahraga membuat darah Anda mengalir lancar dan melemaskan otot-otot tubuh Anda. Bila Anda akan berlari, contoh pemanasan sederhananya adalah memutarkan pergelangan kaki. Kemudian, lakukan jalan cepat selama lima sampai 10 menit. Setelah selesai, jangan lupa melakukan pendinginan untuk menormalkan kembali otot dan tubuh Anda.

4.      Jangan berlebihan

Saat melakukan olahraga, tubuh Anda perlu beristirahat. Begitu juga dengan pengaturan waktu Anda berolahraga, seberapa intens dan berapa lama durasinya. Tubuh Anda sudah bekerja setiap hari, ada baiknya bila rutinitas olahraga Anda divariasikan.

Misalnya, minggu pertama lari untuk tiga kali dalam seminggu. Jangan lupa diselang-seling harinya supaya tubuh Anda punya kesempatan untuk memulihkan diri dan mencegah kelelahan.

5.      Cukupi kebutuhan minum

Di manapun olahraga Anda, di ruangan AC atau lapangan bermandikan panas terik matahari, selalu siap sedia botol minum. Ini berguna untuk mencegah dehidrasi yang bisa menurunkan fokus Anda, dan menyebabkan cedera.

Bila intensitas olahraga Anda tinggi selama lebih dari satu jam, sediakan juga minuman isotonik agar Anda tidak kelelahan dan tetap bugar. Minuman isotonik dapat menggantikan elektrolit tubuh yang hilang.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close