MultisportSportainment

5 Tips Memilih Teropong yang Tepat Untuk Kegiatan Travelling

Teropong merupakan alat yang bisa Anda andalkan ketika ingin melihat benda-benda yang letaknya sangat jauh. Mengenai jenisnya, lensa ini terdiri dari 2 bagian, ada yang binocular atau memiliki 2 lensa kembar dan ada juga yang monocular atau hanya memiliki satu lensa.

Untuk menemukan lensa yang tepat, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah, menentukan kekuatan alat optik itu sendiri, misalnya saja 6×24, 7×50, 8×42, 10×42 hingga 12×36. Kedua nomor tersebut menunjukkan pembesaran dan menyatakan diameter lensa objektif. Untuk lebih jelasnya simak tips memilih teropong yang tepat sesuai dengan kegiatan Anda.

1.      Memilih perbesaran lensa

Sebelum memilih perbesaran lensa, Anda harus tahu terlebih dahulu nilai pembesaran. Nilai pembesaran adalah jumlah pembesaran yang dapat dihasilkannya. Misalnya objek yang Anda ingin lihat berjarak 100 m dan nilai perbesaran yang Anda pilih adalah 10x pembesaran.

Maka objek yang Anda lihat akan terlihat berjarak 10 m. Setelah mengetahui tentang nilai pembesaran, Anda bisa memilih sesuai dengan nilai perbesaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

2.      Ukuran lensa

Ukuran lensa menentukan luas pandangan yang dihasilkan. Sehingga memilih lensa yang lebih besar dapat memberikan Anda gambaran objek yang lebih luas. Selain itu, ukuran dari lensa juga menentukan berapa banyak cahaya yang bisa dikumpulkan oleh lensa.

Semakin besar ukuran maka semakin banyak pula cahaya yang bisa dikumpulkan lensa. Salah satu ukuran lensa yang sering digunakan adalah lensa yang berukuran 24mm.

3.      Eye relief untuk pengguna kacamata

Jika Anda memakai kacamata, Anda perlu melengkapi alat optik ini dengan eye relief. Eye relief memungkinkan Anda dapat melihat objek dengan nyaman. Hal ini dikarenakan jarak gambar yang diproyeksikan lensa ke titik fokus memiliki jarak yang bervariasi.

Agar mendapatkan proyeksi yang maksimal, Anda perlu menyesuaikan kacamata Anda dengan jarak eye reliefnya. Jika ukurannya tidak tepat, maka gambar yang Anda bisa lihat bisa terpotong.

4.      Tipe prisma yang digunakan

Teropong memiliki dua tipe prisma yang berbeda, yaitu tipe porro prisms dan roof prisms. Prisma dengan tipe poro memiliki prisma offset yang memiliki tabung berbentuk V. Tipe prisma ini dikenal dengan sebutan lensa tradisional.

Sedangkan tipe prisma roof prisms memiliki bentuk yang lebih kompak. Bentuk tabung paralelnya adalah silinder, sehingga lebih kompak dan tahan lama. Meskipun berbeda, dua prisma ini tetap menggunakan image erecting yang dapat memberikan gambar yang jernih.

5.      Sesuaikan dengan kebutuhan

Setelah menentukan nilai perbesaran dan ukuran lensa yang dibutuhkan, saatnya untuk menentukan lensa mana yang akan digunakan. Biasanya, untuk keperluan pribadi Anda hanya butuh lensa dengan nilai 6×24 dan 7×50 saja. Sedangkan nilai lebih tinggi, biasanya digunakan oleh militer atau organisasi lainnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close