MultisportSportainment

5 Tips Dasar Memilih Ban Sepeda Commuter

Saat memilih ban untuk sepeda commuter, ada beberapa poin yang harus diperhatikan seperti rolling resistance, ketahanan dari bocor halus, sampai kualitas materialnya. Meskipun tidak ada satu jenis ban yang cocok untuk semua kebutuhan, setidaknya tiga hal itulah yang harus diperhatikan. Hal ini juga berlaku bagi jenis lintasannya, apakah aspal sepenuhnya atau campuran antara aspal, tanah, dan bebatuan.  

Berikut ini adalah jenis-jenis ban sepeda commuter berdasarkan ukuran dan penjelasan tentang bagaimana mereka bisa cocok untuk digunakan di dalam set up-nya.

1.      Ban 26 inci, pilihan klasik serbaguna

Secara teknis, ban 26 inci memiliki lebar 1,75 inci sampai 2,2 inci. Pada beberapa jenis sepeda seperti downhill bisa mencapai 2,5 inci atau pada ban khusus salju bisa mencapai 6 inci. Ban sepeda jenis ini memiliki ukuran bead seat diameter (BSD) sebesar 559mm.

Dengan karakteristik tersebut, ban ini menawarkan beberapa kelebihan seperti bobot yang ringan, akselerasi lebih cepat, mudah dikontrol, dan roda yang lebih kuat. Kekurangannya hanya terdapat pada top speed. Puncak kecepatan pada ban ini masih kalah dengan ban yang punya ukuran lebih besar.

2.      Ban 27,5, momentum yang lebih baik

Ban ukuran ini memiliki nama lainnya, yaitu 650b. Dengan ukuran yang lebih besar, momentum dan rollover yang dirasakan hampir sama dengan ban 29er, tapi memiliki handling yang sebaik 26 inci. Ban ini tersedia dalam beberapa ukuran lebar, umumnya banyak menggunakan 27,5 x 40. Oleh karena itu, ban ini cocok untuk digunakan pada medan yang lebih beragam, mulai dari tanah sampai aspal.

3.      Ban 29er, tangguh di segala medan

Ban 29er (dibaca twenty-nine-er) ini mengacu pada ukuran diameter ban, yaitu 29 inci. Ukuran BSD-nya sekitar 622mm, sama seperti ban 700c. Penamaan 29er dan 700c ini mengacu pada “English measurement”untuk membedakan penggunaan antara sepeda gunung dan balap.

Tipe hardtail dengan ban 29er sangat cocok digunakan bagi mereka yang ingin memiliki satu sepeda untuk dua tujuan berbeda. Mereka bisa commuting pada hari kerja, tapi juga tetap bisa begajulan pada akhir pekan melewati single track berlumpur.

4.      Ban 650b, alternatif 700c

Ban 650b menawarkan keunggulan tersendiri bagi mereka yang ingin menjajal berpetualang dengan gravel atau cyclocross bike. Selain itu diameter ban 650b yang lebih kecil memungkinkan Anda untuk menjalankan ban dengan volume yang lebih tinggi dalam rangka yang sama dengan 700c. Hal ini akan memudahkan saat ingin mengganti wheelset 700c dengan wheelset 650b untuk menghadapi situasi jalan atau cuaca yang berubah-ubah. Ban ini juga menjadi alternatif dari ban 700c bagi mereka yang menginginkan handling yang lebih baik saat melahap tanjakan atau turunan.

5.      Ban 700c, top speed yang tinggi

Meskipun identik dengan road bike, ban 700c ini juga memiliki variasi lebar sampai 40mm atau lebih yang ideal untuk touringgravel, atau cyclocross bike. Penamaan 700c ini untuk membedakan dengan variasi lainnya pada beberapa tahun yang lalu, yaitu 700a, 700b, 700c, dan 700d.

Keempat tipe tersebut memiliki bead seat diameter yang berbeda, tapi disatukan dengan satu karakteristik yang sama, yaitu diameter luarnya sama-sama 700mm. Pada waktu itu, hal ini memudahkan bagi para pesepeda untuk mengganti wheelset sesuai dengan kondisi jalan yang ingin dilewati.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close