MultisportSportainment

4 Jenis Fire Starter yang Sebaiknya Ada dalam Survival Kit

Pemantik api adalah salah satu alat terpenting saat bertahan di alam liar. Dengan api, Anda bisa merebus air agar lebih aman diminum, memasak, menghangatkan tubuh, atau memberi sinyal. Sebaiknya Anda mempersiapkan peralatan survival Anda dengan pemantik api agar Anda bisa mendapatkan dan menguasai api pada saat darurat.

Ada banyak tipe pemantik api dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setidaknya, bawa dua atau tiga macam pemantik berbeda saat Anda bepergian ke alam liar. Jadi, ketika satu cara tak manjur, Anda bisa memakai cara lain. Berikut ini ada beberapa jenis pemantik api dari yang bisa Anda terapkan saat berada di alam bebas.

1.      Kayu

Membuat api pada dasarnya menggunakan fisika sederhana: gesekan. Membuat api dengan kayu adalah cara paling tua karena material tersebut relatif mudah ditemukan dan dibentuk. Saat dua kayu digesek-gesekkan, bara akan muncul. Jika panasnya cukup, api bisa membesar.

Kelebihan: Alat dan bahan sederhana dan tersebar luas.

Kekurangan: Menguasai teknik membuat api dengan kayu tidak mudah dan butuh banyak latihan. Di lingkungan basah, teknik ini sulit diterapkan karena material kering akan lebih sulit ditemukan.

2.      Pirit atau ferro-rod

Salah satu teknik membuat api tertua adalah menggesekkan mineral pirit (besi (II) sulfida, FeS2) ke baja. Jika pirit dipukulkan ke baja, serpihan logam yang terlarut akan terpental dengan panas tinggi akibat gesekan. Percikan tersebut bisa diarahkan ke kain, serat kayu, atau kulit kayu untuk membuat kobaran api.  Versi modern dari pirit adalah logam aloi ferrocerium atau ferro-rod yang lebih mudah membuat percikan api, bahkan percikannya lebih panjang.

Kelebihan: Alat ini (terutama ferro-rod) sangat praktis, ringan, dan bisa digunakan dalam setiap situasi, baik kering maupun basah. Karena itu, kami sangat merekomendasikan ferro-rod.

Kekurangan: Butuh waktu untuk menguasai tekniknya meski tak sesulit membuat api dengan kayu.

3.      Korek api

Korek api, baik kayu maupun gas adalah benda yang tidak asing lagi cara penggunaannya. Umumnya, semua orang tahu cara memakainya. Namun, sebaiknya asah teknik Anda agar penggunaan korek api lebih efisien. Untuk korek api kayu, pegang seluruh batang korek api saat menggosokkan bagian berfosfor ke sisi kotak korek api dengan cara menyentuhkan telunjuk Anda di bawah bagian berfosfor agar batang tak mudah patah. Jika api muncul, segera lindungi dengan tangan agar tak terkena angin.

Kelebihan: Mudah digunakan, murah, melimpah, dan praktis. Sediakan selalu di dalam bug-out.

Kekurangan: Bahan bakar terbatas. Korek api kayu menjadi sia-sia jika basah. Lagipula, satu batang korek api hanya bisa digunakan sekali.

4.      Baterai dan serat besi

Teknik ini bisa digunakan saat darurat. Jika Anda memiliki baterai 9 volt, Anda bisa menggesek-gesekkan kutub-kutubnya ke serat besi. Akan terjadi hubungan arus pendek yang memercikkan api.

Kelebihan: Tidak memerlukan usaha besar, ringan, tahan air.

Kekurangan: Anda tak akan punya alasan kuat untuk membawa serat besi dengan sengaja, kecuali jika Anda kebetulan menemukannya dalam keadaan darurat. Jika Anda memang ingin membawa serat besi dan baterai, pastikan mereka disimpan secara terpisah agar tak terjadi kebakaran.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close