BolaMultisportSportainment

3 Jenis Bahan yang Sering Dipakai dalam Pembuatan Sepatu Futsal

Futsal seringkali dianggap sebagai bentuk olahraga yang lebih sederhana ketimbang futsal. Nyatanya, selain jenis lapangan dan jumlah pemain, banyak perbedaan di antara kedua olahraga ini.

Misalnya saja gaya permainan. Pemain sepakbola kerap menyepak dengan kaki bagian dalam. Namun, ketika Anda bermain futsal, menendang dengan telapak kaki sangat disarankan.

Nah, sepatu juga jadi faktor yang membedakan antara futsal dengan sepakbola. Sepatu futsal tampak lebih simpel karena tidak dilengkapi gerigi di bagian bawah. Tapi, hampir sama dengan sepatu bola, sepatu olahraga futsal juga kerap dibuat dengan tiga bahan utama, yakni kulit asli, kulit buatan, dan rajut. Simak keunikan masing-masing material untuk mengetahui bahan sepatu yang terbaik untuk kaki Anda.

1.      Sepatu dengan bahan kulit asli

Sepatu dari bahan kulit terdiri dari berbagai macam bentuk. Namun, yang paling umum digunakan adalah kulit lembu muda dan kanguru. Bahan kulit dari sapi muda punya tekstur yang tipis serta terasa lembut ketika menyentuh kaki. Meskipun masih baru, biasanya kulit dari hewan ini tidak kaku.

Sementara, bahan kulit dari kanguru cenderung sangat ringan, bahkan lebih ringan dari kulit sapi atau kambing. Namun, justru kulit kanguru tergolong jenis kulit yang paling kuat. Tidak heran bila sepatu yang terbuat dari bahan ini harganya pun tidak murah. Selain ringan, sepatu dari kulit kanguru punya daya tahan yang hebat serta fleksibilitas tinggi.

Kenyamanan jadi faktor kunci yang membuat banyak pemain futsal memilih sepatu dari material kulit. Pasalnya, sepatu kulit bisa beradaptasi dengan sempurna ketika membalut kaki Anda.

2.      Sepatu dengan kulit sintetis

Dahulu kala, produsen sepatu hanya menggunakan bahan kulit asli untuk membuat sepatu, termasuk sepatu futsal. Namun, teknologi semakin berkembang. Produsen sepatu berusaha mencari solusi dari kelemahan bahan kulit. Akhirnya, beberapa tahun lalu ditemukan bahan yang bisa menggantikan kulit asli. Bahan ini tidak menyerap air seperti kulit asli sehingga tetap terasa ringan walaupun terkena air.

Bahan sintetis langsung populer setelah ditemukan. Kulit buatan ini memungkinkan produsen sepatu untuk leluasa berkreasi dengan desain dan warna dibandingkan dengan bahan kulit asli.

Bahkan, produsen kulit sintetis terus mengembangkan material ini sehingga sepatu bisa dibuat lebih ringan. Keunggulan ini sangat penting karena futsal merupakan olahraga yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan dalam bergerak. Sepatu dengan bobot yang berat bisa menghalangi performa di lapangan.

3.      Sepatu dengan bahan rajut

Sepatu dari bahan rajut merupakan hasil penelitian ekstensif dan pengembangan teknologi selama bertahun-tahun. Produsen sepatu tidak lagi memikirkan apakah sepatu terasa ringan atau tidak. Kini, produsen sepatu fokus pada kenyamanan. Mereka ingin membuat sepatu yang begitu nyaman sampai Anda tidak merasa sedang memakai apa-apa di lapangan.

Material rajut terdiri dari benang-benang dengan teknik tertentu. Saat dipakai, sepatu dari bahan rajut membuat Anda merasa seperti menendang bola tanpa alas kaki. Kontrol terhadap bola jadi lebih maksimal. Akan tetapi, karena butuh teknologi tinggi, belum banyak produsen yang mau membuat sepatu dari bahan rajut karena proses pembuatannya yang tergolong mahal.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close